Upgrade Mesin Ford Fiesta, Racikan Instan Hasil Spontan

Jakarta - Kemunculan Ford Fiesta digadang sanggup menandingi keperkasaan All New Honda Jazz, khususnya di soal performa mesin. Apalagi Fiesta punya versi mesin 1.6 L. 

Bertipe mesin Duratec 4 silinder DOHC 16 Valve, versi 1.600 cc punya letupan tenaga 120 dk dan keluaran torsi 152 Nm di 4.050 rpm. 

Sementara versi 1.400 cc, menurut data spesifikasi hanya mampu meletupkan tenaga 95 dk dengan torsi hanya 128 Nm di 4.200 rpm. Namun, bukan berarti mati langkah dalam memaksimalkan keunggulan tenaganya. 

Walaupun saat ini masih terbatas dalam hal referensi racing parts khusus Fiesta, beberapa tuner lokal menyanggupi mendongkrak tenaganya dengan peranti instan.

Theodorus Surya Jaya dari speed shop Rev Engineering menyodorkan perangkat engine management merek Unichip type Q+ yang diklaim dapat meningkatkan akselerasi seketika (Gbr.1). "Catalytic signal-nya juga support, jadi kalau ganti header dan lepas catalytic converter, indikator check engine juga enggak akan nyala," ujar Teddy, sapaan akrabnya sembari menyebut fitur catalitic simulator ini.



Begitu juga dengan pengaturan closed loop yang bisa disesuaikan. Bahasa sederhananya, Unichip ini yang akan mengakali jika catalitic converter dilepas, indikator check engine tetap 'diam'. Unichip memberikan simulasi, seakan-akan catalitic converter masih terpasang dan terbaca oleh ECU. 

"Sama seperti Ford Focus, kalau katalisator dilepas, pasti 'check engine' juga nyala," ujar pria yang buka bengkel di JL. Arteri Kedoya, Jakbar. Harga penawarannya dipatok di nominal Rp 5 juta dengan lama pengerjaan selama tiga jam. Jaminannya, tenaga bertambah di kisaran 7 dk. 

Selain itu, Teddy punya paket Water Methanol Injection (Gbr.2). "Tapi enggak terlalu menarik di mobil bensin, naiknya maksimal 2 dk, kalau sudah pakai turbo baru bisa naik banyak," terang pria berkacamata ini sembari menjelaskan bahwa paket turbo untuk Fiesta belum tersedia.

Di lain tempat, Albert Gunawan dari Kota Mas Knalpot menawarkan paket header untuk mendongkrak tenaga yang cukup signifikan (Gbr.3). "Exhaust manifold-nya sudah di belakang dekat firewall, jadi konfigurasi yang cocok yaitu 4-2-1, bisa untuk untuk harian," ujar Albert yang punya lokasi bengkel di JL. Batu Tulis Raya, Jakpus. 

Konfigurasi seperti ini jamak dipakai hatchback lain seperti Toyota Yaris dan Honda Jazz. Kenapa tidak 4-1? "Karena space yang tersedia terbatas," ungkap Albert, sedangkan model free flow diakuinya lebih cocok untuk mesin turbo. 

Keuntungan 4-2-1 yakni bisa disesuaikan keinginan, mau mengejar top speed atau akselerasi, tergantung racikan pemipaan. Klaim rata-rata, bisa naik minimal 10 dk. Harga yang dipatok Rp 3 juta, komplit termasuk pasang. Bisa untuk versi 1.6 L dan 1.4 L bedanya hanya di pipa tengah. Berani mencoba? (mobil.otomotifnet.com)

Share on Google Plus

About Yandhika Pranata Yudha

0 komentar:

Posting Komentar